Tahun Ini DKP Kukar Salurkan Bantuan Benur 186 Juta Ekor

img

Petambak Benur.

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kebutuhan Benih Udang (Benur) di kalangan pembudidaya perikanan di Kutai Kartanegara (Kukar) masih terbilang tinggi. Kondisi itu terlihat dari banyaknya usulan bantuan yang terus masuk ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar setiap tahunnya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pada 2026 DKP Kukar menyiapkan bantuan Benur sekitar 186.940.000 ekor kepada kelompok pembudidaya.

Program itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas sektor budidaya perikanan masyarakat yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Aktivitas budidaya perikanan sendiri masih menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir dan perairan Kukar.

 

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Kukar, Sabar Handoyo, mengatakan tingginya kebutuhan Benur terlihat dari banyaknya kelompok pembudidaya yang masih mengajukan bantuan setiap tahun kepada pemerintah daerah.

“Kenapa banyak bantuan Benur ? Karena mereka juga masih tiap tahun itu masih ada usulan, masih banyak usulan yang masuk ke dinas terkait kebutuhan mereka,” ujarnya Kamis (7/5/2026).

Menurut Sabar, bantuan benur masih sangat dibutuhkan oleh para pembudidaya, terutama untuk membantu menjaga keberlangsungan produksi budidaya masyarakat di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Pada 2026, total bantuan Benur yang disiapkan DKP Kukar mencapai sekitar 186.940.000 ekor. Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok pembudidaya di dua kecamatan dengan jumlah penerima sekitar 60 kelompok.

“Untuk kelompoknya kita ada dua kecamatan ini di Muara Badak dan Anggana. Kelompoknya 60-an,” kata dia.

Meski demikian, jumlah bantuan pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat adanya penyesuaian anggaran.

Pada 2025 lalu, bantuan benur yang disalurkan mencapai sekitar 585 juta ekor dengan jumlah kelompok penerima yang lebih banyak.

“Kalau tahun lalu jumlahnya lebih besar. Tahun ini agak berkurang anggarannya,” jelasnya.

Namun demikian, di tengah keterbatasan anggaran, sektor budidaya perikanan Kukar tetap menunjukkan hasil produksi yang cukup positif.

“Kalau tahun ini total budidaya sekitar 200-an ton. Campur-campur ada udang, ada ikan,” tutupnya. (Kriz)